DI NEGERIKU ADA PENCURI

7 12 2009

Lyric & Song by Umar Abdullah

Di negeriku ada pencuri

Pasang badan bela Century

Uang amblas dibawa lari

Nasabahnya mati berdiri
Baca entri selengkapnya »





Kayla Kala Kara (part 3)

5 10 2009

by: Nafiisah FB

Malam sudah pekat menyelimuti bumi. Namun, para manusia tidak sepenuhnya terlelap dan terbuai dalam mimpi. Sebagian masih terbangun, masih bekerja keras demi nafas keesokan hari.
Kayla berjalan melewati sebuah gerobak. Dia tertegun. Seorang ibu bersama seorang bayi tidur dalam gerobak itu. Seorang pria tampak tidur di sisi gerobak, beralas sebuah tikar usang. Mungkin bapaknya, pikir Kayla. Mereka tampak nyenyak.
”Mereka tidur nyenyak. Tapi, bukan berarti mereka layak berada dalam kondisi seperti itu!”
Kayla menghela nafas panjang, menahan panas di kelopak matanya agar tidak menderas membasahi pipinya.
Batin Kayla terus bicara, ”Kalian seharusnya bisa tidur di kasur empuk. Bukan yang mewah. Karena, gua yakin kalian pun enggak akan memaksa, meminta harus ada. Dan, karena kalian bukan mereka yang serakah! Cukup kasur yang sepadan buat seorang manusia.”
Kayla merasakan panas di dua kelopak matanya semakin menyengat. Setitik air jatuh. Dia menahan sekuatnya.
”Dan Papi telah merampasnya!” teriak batin Kayla.
Panas di kelopak mata berubah menjadi banjir airmata seketika. Kayla berlari.

Baca entri selengkapnya »





Kayla Kala Kara (part 2)

5 10 2009

by:Nafiisah FB

“Kay ….”
Sebuah suara lembut memasuki ruang kamarnya, membuyarkan ingatannya tentang masa-masa sebelumnya, mengalihkan kesadarannya ke kejadian semalam.
Wirya Hadibrata resmi menjadi tersangka kasus korupsi dan telah menjadi tahanan titipan di Polda Metro Jaya.
”Kay….”
Kayla menolehkan wajah sayunya.
Galuh telah berdiri di dekat tempat tidurnya. Dia memandangi suasana kamar kos Kayla yang berantakan sebelum dia menghampirinya.
”Makan, yuk,” ajak Galuh setelah duduk di sisi Kayla. Kayla hanya diam.
”Kay, kamu belum makan dari kemarin malam.”
”Gua enggak laper.”
”Kay. …”
”Gua mau semua kebusukan di tubuh ini hilang!”
”Tapi, enggak begini caranya!” argumen Galuh dengan suara tertahan.
Kayla terdiam. Galuh terdiam. Keheningan sesaat menyebar.
“Papi kamu yang salah. Lantas kenapa kamu yang menghukum diri?” tanya Galuh.
”Karena gua pernah ikut nyicipin semua fasilitas yang berasal dari kerja dosa Papi!”
”Kamu kan enggak tahu sebelumnya.”
”Gua seharusnya tahu lebih awal!”
”Tetap itu bukan kesalahan kamu! Dan, kamu tetap harus makan.”
”Gua enggak mau bikin susah lebih banyak orang.”
“Aku enggak merasa susah. Karena, uang untuk beli makanan kamu, aku ambil dari honor kamu nulis. Aku tadi pergi ke redaksi majalah Girly, mintain langsung honor kamu. Jadi, mereka enggak usah transfer dan kamu bisa punya uang cash sekarang. Sori aku lancang. Aku cuma mau bantu. Kamu kan udah empat hari ini enggak bisa kemana-mana.”
Kayla menoleh ke arah Galuh. Galuh melihat lekat wajah Kayla yang pucat.
”Kenapa elo masih mau jadi temen gua, Luh?” tanya Kayla sungguh-sungguh.
”Karena kamu baik.”
”Hm! Baik!” Kayla mendengus sinis.
”Buktinya mereka menjauh dari gua!” teriak Kayla.

Baca entri selengkapnya »





Kayla Kala Kara (part 1)

5 10 2009

By: Nafiisah FB

Kamar itu berantakan. Bantal, guling, dan selimut berserakan di atas tempat tidur dan di lantai. Seorang gadis muda duduk terpekur, melandaskan bahunya di sisi pembaringan. Ada bekas airmata di pipinya. Rambut hitam panjangnya dibiarkan terurai masai.
“Papi … jahat …” lirih suaranya terdengar.
“Aaaah!” teriaknya sambil melempar sebuah figura foto dengan marah yang sangat. Foto dirinya bersama seorang pria setengah baya.
PRANG! Figura foto itu pecah setelah melayang menghantam kaca jendela, menghantam memorinya.

Baca entri selengkapnya »





KEWAJIBAN MENGANGKAT PEMIMPIN DAN PERAN PARTAI POLITIK

4 06 2009

Pemilu legislatif telah selesai digelar. Kini tinggal Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan diselenggarakan beberapa bulan lagi. Walaupun demikian, beberapa elit politik negeri ini telah dan terus melakukan manuver politiknya untuk membangun koalisi menjelang Pilpres mendatang. Berbagai pertemuan antara elit politik jelas dimaksudkan untuk mencari pasangan Capres dan Cawapres yang akan bertarung di Pilpres mendatang. Persoalan perbedaan platform dan ideologi di antara partai-partai politik (parpol) bukan penghalang untuk membangun koalisi. Bahkan dianggap sudah tidak penting dan tidak relevan lagi.

Menghadirkan seorang pemimpin yang benar-benar memperhatikan urusan rakyatnya menjadi sebuah keniscayaan. Maka tak heran jika banyak yang berharap pada pemilu kali ini dengan cara menggunakan hak suara mereka. Hingga ada yang mengatakan bahwa memilih untuk tidak memilih adalah pilihan yang tidak cerdas dan menunjukkan sikap apatis. Benarkah demikian? Apakah pemilu satu-satunya jalan untuk menghadirkan seorang pemimpin yang adil yang memperhatikan rakyatnya atau adakah jalan lainnya?

Baca entri selengkapnya »





Malangnya Nasib Rakyat Akibat Privatisasi

14 04 2009

Lagi-lagi rakyat yang kena dampaknya akibat ulah penguasa yang menjual BUMN. Tidak tanggung-tanggung, penguasa melalui Kementerian Negara BUMN memprivatisasi (menjual) 20 BUMN tahun ini. Privatisasi ini terus dilakukan pemerintah sejak Orde Baru hingga sekarang. Alasan yang dikemukakan pun cukup realistis, untuk menutupi Hutang Luar Negeri.

Padahal kalau kita tahu,sejak ekonomi Indonesia berada dalam pengawasan IMF, Indonesia ditekan untuk melakukan reformasi ekonomi yang didasarkan pada Kapitalisme-Neoliberal. Reformasi tersebut meliputi: (1) campur-tangan Pemerintah harus dihilangkan; (2) penyerahan perekonomian Indonesia kepada swasta (swastanisasi) seluas-luasnya; (3) liberalisasi seluruh kegiatan ekonomi dengan menghilangkan segala bentuk proteksi dan subsidi; (4) memperbesar dan memperlancar arus masuk modal asing dengan fasilitas yang lebih besar (Sritua Arief, 2001). Di bawah kontrol IMF, Indonesia dipaksa mengetatkan anggaran dengan pengurangan dan penghapusan subsidi, menaikkan harga barang-barang pokok dan pelayanan publik, meningkatkan penerimaan sektor pajak dan penjualan aset-aset negara dengan cara memprivatisasi BUMN. Kenapa privatisasi terus dilakukan pemerintah? Privatisasi tidak lain merupakan upaya pemerintah untuk melepaskan tanggung jawabnya terhadap masyarakat.

Baca entri selengkapnya »





Pengumuman Lomba

6 03 2009

Berdasarkan hasil penilaian dan melalui berbagai pertimbangan, maka hasil lomba adalah sebagai berikut:

Juara 1-3 tidak ada

Juara Harapan 1 :

Noer Soetantin (Melepas Kapitalis, Merangkul  Sistem Ekonomi Syari’ah)

Juara Harapan 2 :

Christa Rahmawati (Saatnya Ekonomi Islam Memimpin)

Juara Harapan 3 :

Mila Nita (Upaya Menerapkan Sistem Ekonomi Syariah Sebagai Pengganti Ekonomi Kapitalis)

Selamat kepada para pemenang.Kepada para pemenang diharapkan mengirimkan nomor rekeningnya melalui email alpenprosa@yahoo.co.id.

Demikian pengumuman ini dibuat. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.








Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.