KEWAJIBAN MENGANGKAT PEMIMPIN DAN PERAN PARTAI POLITIK

4 06 2009

Pemilu legislatif telah selesai digelar. Kini tinggal Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan diselenggarakan beberapa bulan lagi. Walaupun demikian, beberapa elit politik negeri ini telah dan terus melakukan manuver politiknya untuk membangun koalisi menjelang Pilpres mendatang. Berbagai pertemuan antara elit politik jelas dimaksudkan untuk mencari pasangan Capres dan Cawapres yang akan bertarung di Pilpres mendatang. Persoalan perbedaan platform dan ideologi di antara partai-partai politik (parpol) bukan penghalang untuk membangun koalisi. Bahkan dianggap sudah tidak penting dan tidak relevan lagi.

Menghadirkan seorang pemimpin yang benar-benar memperhatikan urusan rakyatnya menjadi sebuah keniscayaan. Maka tak heran jika banyak yang berharap pada pemilu kali ini dengan cara menggunakan hak suara mereka. Hingga ada yang mengatakan bahwa memilih untuk tidak memilih adalah pilihan yang tidak cerdas dan menunjukkan sikap apatis. Benarkah demikian? Apakah pemilu satu-satunya jalan untuk menghadirkan seorang pemimpin yang adil yang memperhatikan rakyatnya atau adakah jalan lainnya?

Baca entri selengkapnya »





Malangnya Nasib Rakyat Akibat Privatisasi

14 04 2009

Lagi-lagi rakyat yang kena dampaknya akibat ulah penguasa yang menjual BUMN. Tidak tanggung-tanggung, penguasa melalui Kementerian Negara BUMN memprivatisasi (menjual) 20 BUMN tahun ini. Privatisasi ini terus dilakukan pemerintah sejak Orde Baru hingga sekarang. Alasan yang dikemukakan pun cukup realistis, untuk menutupi Hutang Luar Negeri.

Padahal kalau kita tahu,sejak ekonomi Indonesia berada dalam pengawasan IMF, Indonesia ditekan untuk melakukan reformasi ekonomi yang didasarkan pada Kapitalisme-Neoliberal. Reformasi tersebut meliputi: (1) campur-tangan Pemerintah harus dihilangkan; (2) penyerahan perekonomian Indonesia kepada swasta (swastanisasi) seluas-luasnya; (3) liberalisasi seluruh kegiatan ekonomi dengan menghilangkan segala bentuk proteksi dan subsidi; (4) memperbesar dan memperlancar arus masuk modal asing dengan fasilitas yang lebih besar (Sritua Arief, 2001). Di bawah kontrol IMF, Indonesia dipaksa mengetatkan anggaran dengan pengurangan dan penghapusan subsidi, menaikkan harga barang-barang pokok dan pelayanan publik, meningkatkan penerimaan sektor pajak dan penjualan aset-aset negara dengan cara memprivatisasi BUMN. Kenapa privatisasi terus dilakukan pemerintah? Privatisasi tidak lain merupakan upaya pemerintah untuk melepaskan tanggung jawabnya terhadap masyarakat.

Baca entri selengkapnya »





Pengumuman Lomba

6 03 2009

Berdasarkan hasil penilaian dan melalui berbagai pertimbangan, maka hasil lomba adalah sebagai berikut:

Juara 1-3 tidak ada

Juara Harapan 1 :

Noer Soetantin (Melepas Kapitalis, Merangkul  Sistem Ekonomi Syari’ah)

Juara Harapan 2 :

Christa Rahmawati (Saatnya Ekonomi Islam Memimpin)

Juara Harapan 3 :

Mila Nita (Upaya Menerapkan Sistem Ekonomi Syariah Sebagai Pengganti Ekonomi Kapitalis)

Selamat kepada para pemenang.Kepada para pemenang diharapkan mengirimkan nomor rekeningnya melalui email alpenprosa@yahoo.co.id.

Demikian pengumuman ini dibuat. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.





WANITA, POLITIK DAN BIAS GENDER

10 02 2009

Oleh Úmmu Najla (tulisan tahun 2004)

Menjelang 2004 diskursus sekitar bias jender terutama terkait dengan masalah minimnya partisipasi politik dan keterwakilan wanita dalam lembaga-lembaga kekuasaan (seperti: eksekutif maupun legislatif) yang berkewenangan dalam menetapkan kebijakan publik terus bergulir. Diskursus itu tidak hanya sekedar mempersoalkan bias jender yang berimplikasi terhadap peran politik wanita dalam kancah kehidupan. Namun, lebih dari itu telah menjadi ajang ‘gugatan’ aktivis wanita (baca: kaum feminis) yang memahami bahwa doktrin-doktrin agama (baca: Islam) yang selama ini menjadi sumber rujukan dalam berprilaku ternyata teralu bias kepada laki-laki.

Baca entri selengkapnya »





MEMBELA HADITS, MENEPIS ORIENTALIS (Membantah Spekulasi dan Tuduhan Kalangan Orientalis Terhadap Otentisitas Hadits)

10 02 2009

Oleh: Kusnady Ar-Razi

Salah satu gugatan yang dilontarkan oleh kalangan orientalis ketika menggugat otentisitas hadits adalah pernyataan tentang ketiadaan data historis dan bukti tercatat (documentary evidence) yang dapat memastikan otentisitas hadits. Hal ini (menurut mereka) disebabkan tidak adanya kitab-kitab atau catatan-catatan hadits dari para sahabat RA. Dan menurut mereka hadits-hadits yang ada baru dicatat pada abad kedua dan ketiga hijriah. Secara implisit mereka hendak mengatakan bahwa hadits yang ada sekarang tidak asli dari Muhammad Saw, dan tidak lebih hanyalah karangan para ulama dan generasi setelah Rasul Saw dan para Sahabat RA. Benarkah demikian?

Baca entri selengkapnya »





TIME FOR KHILAFAH TO LEAD THE WORLD

8 01 2009

by: Dian P.S (AlPenProsa Surabaya)

how is like to be longing for?
longing for;
someone you’re wildly in love with?
hometown when you’re homesick?
family when you’re far from home?

let me stand if i were you
it’s like glariously heavenly
to get what you’re longing for
it’s like terribly sad
not to get it all
everybody knows this
that a man is born with possessivity for his own world
then i’m just a caravan
with life in a short trip to eternity
i might(hopefully)be an avatar of Abu Dzar Al Ghifari
–he lived and died alone but his life ended happily–

Baca entri selengkapnya »





luka nyawa

6 01 2009

bantuan datang

bantuan kemanusiaan menghampiri

kami perlu bantuan kemanusiaan itu tapi akan menjadi segera menjadi debu kami: pemuda-pemuda yang terluka, ibu-ibu yang terluka, anak-anak yang terluka lalu diobati …

sembuh …

bisa berlari kembali …

lalu … untuk dibantai lagi …

LAGI!

Baca entri selengkapnya »





PEMBANTAIAN GAZA: BUKTI KEKEJAMAN ISRAEL DAN PENGKHIANATAN PARA PENGUASA MUSLIM

5 01 2009

Oleh: Ar Razi Kiyosaki

Kembali kaum muslimin di seluruh dunia dikejutkan oleh serangan Israel di sejumlah kawasan di jalur Gaza, Sabtu, 27 Desember 2008. Pembantaian yang dilakukan oleh Israel pada serangan tersebut telah menewaskan puluhan dan ratusan orang terluka. Penyerangan biadab para zionis Israel kali ini benar-benar telah merobek dan mencabik-cabik kehormatan kaum muslimin Palestina. Serangan brutal dan kejam mereka telah menambah derita ribuan muslim Palestina. Seluruh sarana dan prasarana, rumah-rumah, dan fasilitas lainnya luluh lantak akibat serangan tersebut.

Inilah bukti kekejaman Israel. Dalam satu jam saja serangan udara Israel telah meluluh lantakkan markas HAMAS, padahal lokasinya di tengah-tengah pemukiman warga sipil. Walhasil 155 orang tewas dalam serangan tersebut dan jenazah korban mulai memenuhi rumah sakit setempat. Bahkan hingga saat ini serangan yang dilancarkan dan gempuran 30 misil tentara Israel ke Rafah di selatan Gaza telah menyebabkan lebih dari 300 orang tewas dan 800 lainnya terluka.

Baca entri selengkapnya »





The KhiLaFah is A reAlity Not uThoPia

5 01 2009

By: Dian P.S. (AlPen ProSa Surabaya)

Some might say that the khilafah is just a dream and uthopia not a reality..
the khilafah is a reality and by the will of Allah SWT,and is evidenced by four realities :

First: Allah (swt) Himself has promised authority to those who believe in Him and accomplish good deeds, like He had bestowed authority for those before, He (swt) says:

وعد الله الذين آمنوا منكم وعملوا الصالحات ليستخلفنهم في الأرض كما استخلف الذين من قبلهم وليمكنن لهم دينهم الذي ارتضى لهم وليبدلنهم من بعد خوفهم أمناً] [يعبدونني لا يشركون بي شيئاً ومن كفر بعد ذلك فأولئك هم الفاسقون

Baca entri selengkapnya »





MENGGUGAT PAHAM RELATIVISME

5 01 2009

Oleh: Kusnady Ar-Razi

Di sebagian kalangan cendikiawan muslim saat ini telah berkembang paham relativisme tafsir. Suatu paham yang menafikan adanya kebenaran mutlak. Kebenaran yang ada semuanya relatif, bisa jadi benar suatu waktu namun bisa salah pada waktu yang lain. Kebenaran mutlak yang diyakini oleh penganut paham ini hanyalah milik Tuhan yang sama sekali tidak mampu dijangkau oleh akal manusia. Jadi sebenarnya tidak ada kebenaran mutlak yang lahir dari akal manusia. Termasuk pemahaman manusia ketika memahami nash (teks) sangat relatif tergantung si penafsir.

Baca entri selengkapnya »